PENELITIAN TINDAKAN KELAS DALAM
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Di susun oleh
Nama : Suriani
Nim : 08.1.01.0119
Jurusan : Tarbiyah
Prodi : PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
DATOKARAMA PALU
2011
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, atas nikmat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Salawat serta salam kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Saw, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh umat islam yang masih terus konsisten dan semangat dalam meneruskan da’wa islam sebagai khalifatul fil ard di muka bumi ini.
Tak lupa juga kami ucapkan terimakasih banyak kepada dosen pembimbing mata kuliyah “Metode Penelitian Pendidikan Agama Islam” yang telah memberikan ilmu dan pengetahuannya serta telah membimbing kami hingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan judul “Penelitian Tindakan Kelas Dalam Pendidikan Agama Islam”. Semoga Allah SWT membalasNya, semoga dengan hadirnya makalah ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi pembaca khususnya bagi penunyusun secara pribadi. Kami ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam penyusunan ini masih sangat jauh dari kesempurnaan, untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat konstuktif sehingga dapat menjadi bahan evaluasi kami dalam penyusunan kedepan.
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ……………………………………………………………………………….
KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………………….
DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………………..
BAB I : PENDAHULUAN ………………………………………………………..
A. Latarbelakang
B. Rumusan masalah
BAB II : PEMBAHASAN ……………………………………………………………………………….
A. Pengertian penelitian tindakan kelas
B. Tujuan dan manfaat penelitian tindakan kelas dalam pendidikan agama islam.
C. Prinsip, model, dan sasaran atau
objek penelitian tindakan kelas
BAB III : PENUTUP …………………………………………………………………….
A. Kesimpulan
B. Saran – saran
DAFTAR PUSTAKA ……..............................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Penelitian tindakan kelas sudah sering dilakukan oleh para peneliti, guru, serta tenaga kependidikan. Namun, hasilnya masih kurang dirasakan dalam usaha meningkatkan kualitas pembelajaran dikelas. Hal tersebut terjadi karena permasalahan yang diteliti di lapangan tidak sesuai dengan kondisi nyata yang terjadi dikelas, dengan kata lain peneliti tidak memahami masalah yang akan di teliti terkait dengan apa yang dirasakan sehari-sehari oleh guru dikelas. Kurangnya kemampuan peneliti dalam hal ini dapat berpengaruh negative terhadap upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satu strategi untuk meningkatkn kualitas pendidikan adalah memberikan kesempatan kepeda endidik atau tenaga kepandidikan untuk menyelesaukan masalah-masalah pembelajaran dan lainnya, secara profesional dan kolaboratif melalui penelitian tindakan kelas.
Menurut P3G, ada sepuluh kemampuan yang diperlukan oleh seorang guru yang professional, dan kemampuan yang terkait dengan proesi guru disebut “Sepuluh Kompetensi Profesional Guru”. Dalam Standar Nasional pendidikan (2005), sepuluh kompetensi tersebut disempurnakan menjadi empat kometensi, yaitu (1) kepribadian, (2) professional, (3) kepribadian, (4) social. Dalam keemat kompetensi tersebut yang terkait dengan kebutuhan guru dalam rangka kenaikan angkat dan jabatan adalah kometensi professional, yaitu kemampuan melakukan penelitian sederhana dalam rangka meningkatkan kualitas professional guru, khususnya kualitas pembelajaran.
Pada dasarnya ada baragam penelitian yang dapat dilakukan oleh guru misalnya penelitian deskriptif, penelitian eksperimen, dan penelitian tindakan. Dari penelitaian tersebut yang diutamakan adalah penelitian tindakan karena penelitian tindakan memiliki arah dan tujuan yang jelas untuk dilakukan sesorang guru didalam kelas, yaitu demi kepentingan peserta didikdalam memperoleh hasil belajar yang memuaskan (jadi bukan kepentingan guru).
B. Rumusan masalah
Dengan menyimak latar belakang penelitian tindakan kelas sersebut maka kali ini penyusun akan membahas lebih spesifik dengan rumusan masalah sebagai berikut :
1. Apa yang dimaksud penegertian penelitian tindakan kelas ?
2. Apa manfaat dan tujuan penelitian tindakan kelas dalam pendidikan agama islam ?
3. Seperti apa prinsip, dan model penelitian tindakan kelas ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas
Pengertian penelitian tindakan kelas yang biasa dalam bahasa inggeris di sebut “Classroom Action Research” (CAR). Dari namanya sudah menunjukan isi yang tterkandung didalamnya, yaitu sebuah kegiatan penelitian yang dilakukan di kelas. Dikarenakan ada tiga kata yang membentuk pengertian tersebut, maka ada tiga pegertian yang dapat diterangkan.
1. Penelitian ; menenjukan pada sustu kegiatan mencermati suatu objek dengan menggunakan cara dan aturan secara metodologi tertentu untuk memperoleh data atau infomasi yang bermaanfaat dalam meningkatkan mutu sustu hal yang menerik minat dan penting bagi peneliti.
2. Tindakan ; menunjukan pada suatu gerak kegiatan yang sengeja dilakukan dengan tujuan tertentu. Dalam penelitian berbentuk rangkaian siklus kegistan untuk siswa.
3. Kelas ; hal inintidak terikat pada ruang kelas, tetapi dalam pengertian yang lebih spesifik. Seperti yang sudahlama dikenal dalam bidang pendidikan dan pengajaran,yang dimaksud dengan istilah kelaas adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama, meneriema pelajaran yang sama dari guru yang sama pula. Dengan pengertian tersebut bahwa penelitian tindakan kelas tidak hanya dapat dilakukan diruang kelas, tetapi dimana saja tempatnya , yang penting ada sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama sedang belajar. Dengan menggabungkan batasan pengertian tiga kata inti, yaitu; (1) penelitian, (2) tindakan, dan (3) kelas, dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegitan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama.gegiatan tersebut diberikan oleh guru atau dengan arahan dari guru yang dilakukan oleh siswa. Keslahan umum yang terdapat dalam penelitian tindakan guru adalah penonjolan tindakan yang dilakukannya sendiri. Misalnya guru memberikan tugas kelompok. Pengutaraan kalimat seperti itu kurang pas. Seharusnya guru menonjolkan kegiatab yang harus dilakukan oleh siswa, misalnya siswa mengamati proses pencairan es yang ditempatkan dipanci tertutup dan panci terbuka. Siswa juga diminta membandingkan dan mencatat hasilnya. Dengan kata lain, guru melaporkan berlangsungnya proses belajar yang dialami siswa, perilakunya, perhatian mereka pada proses yang terjadi, mengamati hasil dari proses, mencatat hasil, mendiskusikan dengan teman kelompoknya, melaporkannya didepan kelas dan sebagainya.
B. Tujuan dan manfaat penelitian tindakan kelas
Saat ini perkembangan masyarakat dan tuntutan pendidikan ynag berkuaolitas begitu cepat. Akibatnya, tuntutan terhadap layanan pendidikan yang harus dilakukan oleh pendidik pu harus meningkat lebih cepat. Penelitian tindakan kelas merupakan salah satu cara yang strategis bagi pendidik untuk meningkaskan atau memperbaiki layanan pendidikan dalam konteks pembelajaran dikelas.
McNiff (1992) menegaskan bahwa dasar utama bagi dilaksanakannya penelitian tindakan kelas adalah untuk perbaikan. Kata perbaikan disini terkait dengan memiliki konteks dengan prosess pembelajaran. Jiak utama penelitian tindakan kelas adalah untuk perbaikan dan peningkatan layanan propesional pendidik dalam menangani proses belajar mengajar, bagaiman tujuan itu dapat dicapai.
Tujuan itu dapat dicapai dengan melakukan berbagai tindakan aletrnatif dalam memecahkan berbagai persoalan pembelajaran. Oleh karena itu, focus penelitian tindakan kelas terletak pada tindakan tindakan-tindakan alternatif yang direncanakan oleh pendidik, kemudian dicobakan dan selanjutnya dievaluasi apakah tindakan-tindakan alternatif itu data digunakan dalam memecahkan persoslan pembelajaran yang sedang dihadapi oleh pendidik atau tidak.
Banyak manfaat yang dapat diraih dengan dilakukannnya penelitian tindakan kelas. Manfaat itu antara lain dapat diliohat dan dikaji dalam beberapa komponen pendidikan atau pembelajaran dikelas, antara lain mencakup
1. Inovasi pembelajaran;
2. Pengembangan kurikulum ditingkat regional;
3. Peningkatan profesioalisme pendidikan. Dengan memahami dan mencoba melaksanakan penelitian tindakan kelas, diharapkan kemamuan pendidik dalam proses pembelajaran makin meningkat kualitasnya dan sekaligus akan meningkatkan kualitas pendidikan serta profesi pendidik atau tenaga keandidikan yang eskarang dirasakan menjadi hambatan utama.
C. Prinsip, dan Model Penelitian Tindakan Kelas
Dalam penelitian tindakan kelas, agar dapat terlaksana sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Maka, diperlukan adanya prinsip-prinsip, metode yang harus dipenuhi serta dapat mengetahui sasaran atau objek yang akan diteliti. Dalam pembahasan ini penyusun akan membahas satu persatu.
a. Prinsip penelitian tindakan
Agar peneliti memperoleh informasi atau kejelasan yang lebih baik tentang penelitian tindakan, perlukiranya dipahami bersama prinsip-prinsip yang harus dipenuhi apabila berminat dan akan melakukan penelitian tindakan kelas. Dengan memahami prinsip dan mampu menerapkannya,. Kiranya apanya yang dilakukan dapat berhgasil dengan baik. Adaun rinsip-prinsip dimaksud sebagai berikut.
1. Kegiatan nyata dalam situasi rutin
Kegitan nyata yang dimaksud adalah seorang peneliti tindakan kelas tidak perlu merubah kondisi yang sebenarnya dengan kata lain peneliti tetaop dalam hasilnya tidak dijamin dapat sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
2. Adanya kesadaran diri untuk memperbaiki kinerja
Penelitian tindakan didasarkan atas sebuah filosofi bahwa setiap manusia tidak suka pada hal-hal yang statis, tetapi selalu menginginginkkan sesuatu yang lebih baik. Dalam hal penelitian tindakan kelas dilakukan bukan karena paksaan atau permintaan dari pihak lain. Tetapi atas dasar sukarela, dengan senang hati, karena menunggu hasilnya yang diharapkan lebih baik dari hasil yang lalu, dan diras belum memuaskan sehingga perlu ditingkatkan. Guru melakukan penelitian tindakan kelas karena telah menyadari adanya kekurangan ada dirinya, artinya pada kinerja yang dilakukan, dan sesudah itu tentunya ingin melakukan perbaikan. Hal ini dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan sifatnya bukan menyangkut hal-hal statis, tetapi dinamis, yaitu adanya perubahan.
3. SWOT sebagai dasar berpijak
Penelitian tindakan harus dimulai dengan melakukan analisis SWOT, terdiri atas unsur-unsur S-strength (kekuatan), W-Weknesses (kelemahan), O-opertunity (kesempatan), T- treath (ancaman). Empat tersebut dilihat dari sudut guru yang melaksanakan maupun siswa yang dikenai tindakan. Dengan berpijak ada hal tersebut, penelitian tindakan dapat dilaksanakan hanya apabila ada kejelasan antara kondisi yang ada pada guru juga pada siswa. Tentu saja pekerjaan guru sebelum menentukan jenis tindakan yang akan dicobakan, memerlukan pemikiran yang matang.
4. Upaya emipiris dan Sistemik
Perinsi ini merupakan penerapan dari prinsi ketiga, setelah melakukan analisis SWOT, tentu saja guru yang melakukan penelitian berarti sudah mengikuti prinsip empiris (terkait dengan pengalaman) dan sistematik, berpijak dengan unsur-unsur yang terkait dengan keseluruhan system yantg terkait dengan objek yang sedang digarap. Pembelajaran adalah sevuah system, yang keterlaksanaannya didukung oleh unsure-unsur yang kait mangait. Jika guru mengupayakan cara mengajar baru, harus juga memikirkan tenteng sarana pendukung yang berbeda,mengubah jadwal pelajaran, dan hal-hal lain yang terkait dengan cara baru yang diusulkan tersebut.
5. Ikuti perinsip SMART dalam perencaaan.
SMART adalah kata bahasa inggris yang artinya cerdas. Akan tetapi dalam proses perencanaan kegiatan merupakan singkatan dari ilmu huruf bermakna. Adaun makna masing-masing huruf adalah sebagai berikut:
v S : Spesifik, khusus, tidak terlalu umum;
v M : Managable, data dikelolah, dilaksanakan;
v A : Acceptable, dapat diterimalingkungan, atau
Achievable, dapat dicapai, dijangkau;
v R : Realistic, operasional, tidak diluar jangkauan; dan
v T : Time- Bound, diikat oleh waktu, terencana.
Oleh karena itu sebelum guru menentukan lebih lanjut tindakan yang akan diberikan, guru dapat mengharapkan tindakan yang dilakukan oleh siswa dilandasi atas kesadaran dan kemauan penuh.dampak dari kemauan penuh itu menghasilkan semangat atau kegairahan yang tinggi.
b. Model penelitian tindakan
Ada beberapa ahli mengemukakan model penelitian tindakan dengan bagan yang berbeda, namun secara garis besar terdapat empat tahapan yang lazim dilalui, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Adapun model dan penjelasan untuk masing-masing tahap adalah sebagai berikut.
1. Menyusun rancangan tindakan (planning)
Dalam tahap ini peneliti menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, dimana, oleh siapa, dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan. Penelitian tindakan yang ideal sebetulnya dilakukan secara berpasangan antara ihak yang bertindak dan ihak yang mengamati jalannya tindakan. Dalam hal ini biasa disebut penelitian kolaborasi. Dalam pihak kolaborasi, pihak yang melakukan tindakan adalah guru itu sendiri, sedangkan yang diminta melakukan pengamatan adalah peneliiti, bukan guru yang sedang melakukan tindakan. Kolaborasi juga dapat dilakukan oleh dua orang guru, yang dengan cara bergantian mengamati. Ketika sedang mangajar dia adalah seorang guru, ketika sedang mengamati, dia adalah seorang peneliti.
2. Pelaksanaan tindakan (acting)
Pada taha ini merupakan impelementasi dari isi rancangan, yaitu mengenakan tindakan dikelas. Hal yang perlu diingat adalah bahwa dalam tahap ini guru harus ingat dan berusaha menaati apa yang sudah dirumuskan dalam rancangan.
3. Pengamatan (observing)
Observing adalah pengamatan yang dilakukan pada saat tindakan sedang dilakukan. Oleh karena itu, kepada guru pelaksana yang berstatus sebagai pengamat agar melakukan “pengamatan balik” terhadap apa yang terjadi ketika tindakan berlangsung. Dengan adanya pengamatan ini maka guru akan memeroleh data yang valid untuk perbaikan siklus berikutnya.
4. Refleksi (reflecting)
Pada kegiatan ke-4 ini merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan. Sehingga peneliti dapat mengetahui kekurangan yang terjadi dalam tindakan, dan akan dievaluasi kembali pada siklus berikutnya.
Dari ke-4 tahap dalam penelitian tindakan tersebut adalah unsure untuk membentuk sebuah siklus. Yaitu suatu putaran yang beruntun yang akan kembali pada putaran semula.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan diatas penyusun dapat menyimpulkan bahwa dalam penelitian tindakan kelas, delam mencapai tujuan pembelajaran yang lebih baik perlu memehami secara jelas tentang apa-apa saja yang perlu dilakukan didalam penelitian tindakan kelas, antara lain memahami prinsip yang perlu dipenuhi dalam penelitian tindakan sehingga dapat mempermudah guru dalam mencapai tujuan pembelajaran. serta mengetahui model dan tahapan yang dilakukan dalam penelitian tindakan kelas sebagai bahan penegelolaan seperti adanya tahap perencanaan, kemudian tahap pelaksanaan, observing atau pengamatan dan yang terakhir refleksi sebagai bentuk evaluasi dari tindakan sehingga memunculkan rancangan yang beru.
B. Saran- saran
Mohon maaf dalam penyusunan makalah ini kami sadar masih sangat jauh dari kesempurnaan sehingga kami memohon kiranya pembaca dapat memberikan saran-saran serta kritikan yang bersifat membangun sebagai bekal kami nantinya dalam penunyusunan makalah berikutnya.
Wallahulmuafieq ilaa aqwamieth tharieq
Assalamu’alaikum wr. Wb
DAFTAR PUSTAKA